gelar bupati sebelum zaman kemerdekaan
Liputan6com, Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan, tetap akan melaksanakan upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun dengan melibatkan masyarakat, pada tanggal 17 Agustus 2020 mendatang meski saat ini pandemi COVID-19 masih ada."Saya tetap akan menggelar upacara dan kegiatan peringatan
disandangnyadalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI yaitu sebagai Pemuda Pejuang NPV 4005013. Dan atas jasa-jasanya tersebut, sebelum memperoleh penghargaan dari Pemprov Riau tadi pagi, kakek dari Camat Bukit Batu Reza Noverindra ini, juga mendapat tanda jasa berupa piagam penghargaan Menteri Pertahanan RI.***
KataMenkominfo, Instruksi Jokowi Larang Menteri ke Luar Negeri Bukan Karena Reshuffle. Oleh karena itu, kemerdekaan Indonesia yang kini sudah berusia 76 tahun tidak bisa dipisahkan dengan peran penting pers. Demikian disampaikan Menkominfo Johnny G Plate dalam diskusi daring bertajuk "Refleksi Kemerdekaan Bangsa dan Kemerdekaan Pers" pada
KUALAKAPUAS, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi suatu ancaman selain merusak lingkungan juga berdampak pada kesehatan dan sektor lainnya. Hal ini disampaikan Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT ketika memimpin rapat koordinasi terkait penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas Kalimatan Tengah
BupatiAceh Barat, Haji Ramli MS menyerahkan bendera merah putih kepada petugas pengibar bendera saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Aceh Barat di Meulaboh, Senin (17/8/2020) pagi. (ANTARA/HO-Dok. Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Aceh Barat)
Site De Rencontres Sérieux Pour Séniors. SEMARANG - Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, serta untuk menanamkan jiwa nasionalis dan patriotik, pengasuh Pondok Pesantren Askhabul Kahfi KH. Masruchan Bisri memaparkan sebuah judul “ Sejarah Indonesia Sebelum dan Menjelang Kemerdekaan “. Indonesia di Masa KerajaanKerajaan Kutai Kutai Martadipura Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu tertua yang berdiri sekitar abad ke 4 M, di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini di bangun oleh Kudungga. Kerajaan TarumanegaraKerajaan ini berdiri pada tahun 358 M, di dirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman di Jawa Barat dan pusat kerajaannya di Bekasi. Kerajaan SriwijayaKerajaan yang menganut agama Budha ini berdiri pada abad ke 7 di Sumatra dan pusat kerajaannya di Palembang. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Kerajaan Mataram KunoKerajaan ini menurut Prasasti Canggal berdiri pada tahun 732 M. Terletak di desa Canggal sebelah barat Magelang Jawa Tengah. Raja pertama adalah Sanjaya yang juga merupakan pendiri wangsa dinasti Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno ini juga sering di sebut Kerajaan Medang. Tercatat terdapat 3 wangsa yang pernah menguasai Kerajaan Mataram Kuno, yaitu Wangsa Sanjaya Hindu , Wangsa Syailendra pengikut agama Budha. Di masa ini agama Hindu dan Budha berkembang bersama di Kerajaan Mataram Kuno, yang beragama Hindu tinggal di Jawa Tengah bagian Utara dan yang Budha tinggal di Jawa Tengah bagian Selatan. Dan Wangsa yang ketiga yaitu wangsa baru yang didirikan oleh Mpu Sindok. Banyak peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, salah satunya adalah Candi Borobudur. Menurut sejarawan de Casparis, ia menemukan bukti dari sebuah Prasasti Karang Tengah dan Kahuluan, bahwa Candi Borobudur ini di dirikan oleh Raja Samaratungga sekitar tahun 824 M. Dia adalah Raja Mataram Kuno dari Wangsa Syailendra Pengikut Budha . Kerajaan SingosariKerajaan Singosari berada di Jawa Timur, didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Pusat kerajaan berada di daerah Singosari, Malang, Jawa Timur. Pada tahun 1268, Kertanegara naik tahta menjadi Raja Singosari menggantikan Ranggawuni, ia menjadi raja terakhir dan yang membuat Singosari berjaya. Ia memiliki cita-cita ingin menyatukan Nusantara. Namun pada tahun 1292 ia di bunuh oleh Jayakatwang, dan berakhirlah Kerajaan Singosari. Kerajaan MajapahitKerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tanggal 15 bulan Kartika 1215 atau 10 November 1293 M, berada di Jawa Timur dan Ibu Kotanya di desa Trowulan, Mojokerto. Raden Wijaya adalah pendiri sekaligus raja pertama Majapahit yang di beri gelar Kertarajasa Jayawardhana. Ia melakukan konsolidasi dan memperkuat pemerintahan karena kerajaan ini merupakan transisi kerajaan sebelumnya yaitu Singosari. Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa Raja Hayam Wuruk yang bergelar Rajasa Negara yang dibantu oleh patihnya yaitu Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya. Majapahit menjadi lebih besar dan terkenal di Nusantara serta menguasai lebih banyak wilayah di antaranya Surabaya, Maluku, Papua, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Tonase Singapura , sebagian Kepulauan Philipina dan berhasil menaklukan Kerajaan Sriwijaya Palembang. Prabu Brawijaya V / Kertabhumi adalah raja terakhir Majapahit, ia memiliki anak 117 orang putra putri dari beberapa istri dan selir. Majapahit bubar akibat perang saudara yang di kenal dengan Perang Paregreg. Kerajaan Majapahit berdiri tahun 1293 M – 1500 M. Kerajaan Islam DemakPada awalnya Demak di kenal dengan nama Glagah Wangi. Demak juga di kenal dengan sebutan Bintoro. Demak merupakan salah satu Kadipaten Majapahit. Setelah Majapahit runtuh tahun 1500 M, Raden Patah mendirikan Kesultanan Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar al Fatah 1500 M – 1518 M. Pada tahun 1518 Raden Patah wafat dan digantikan anaknya yang bernama M. Yunus/Pati Unus yang mendapatkan julukan Pangeran Sabrang Lor. Pati Unus hanya memerintah selama 3 tahun. Ia wafat dalam usia muda dan belum punya anak, maka ia di gantikan oleh adiknya yang bernama Sultan Trenggono 1521 – 1546 M. Di bawah kepemimpinannya, Demak mencapai puncak kejayaannya. Pada waktu Portugis mulai memperluas pengaruhnya ke Jawa Barat dan akan mendirikan benteng serta kantor di Sunda Kelapa yang didukung oleh Pajajaran, maka Sultan Trenggono mengirim pasukan dari Demak yang dipimpin oleh Fatahillah.
gelar bupati sebelum zaman kemerdekaan